When you try your best but you don’t succeed
When you get what you want but
not what you need
When you feel so tired but you
can’t sleep
Stuck in reverse
Setelah
melewati perjalanan panjang Vivi akhirnya mulai membuka hatinya, membuka mata dan
pikirannya. Tetapi memang tidak bisa sepenuhnya, ia masih tidak ingin
menggantungkan hatinya pada seseorang bukan karena takut hal yang sama akan
terulang, tetapi lebih kepada ia tidak menemukan seseorang itu. Entah kenapa
meskipun ia sudah kembali seperti semula masih ada yang mengganjal di hatinya,
masih ada tersimpan keraguan yang menyelimutinya sehingga membuatnya ingin
bersenang senang menghabiskan waktu bersama teman- temannya. Vivi menyadari
meskipun ia telah kembali seperti dulu tetapi akan selalu ada bekas di dalam
hatinya yang membuatnya lebih berpikir lagi dalam melakukan semua tindakan. Sama
seperti gelas yang pecah, seperti apapun kepingannya dikumpulkan dan disusun
rapi, direkatkan kembali hingga erat, ia tidak akan terlihat sama. Akan selalu
tampak retakan yang nyata.
Cahaya
lampu di kamarnya yang cukup terang terpantul di setiap dinding kamarnya,
sambil mendengarkan lagu Vivi mulai mencari hal yang bisa dipikirkannya, terbesit olokan
teman temannya yang sering menyebut Vivi sebagai cewe yang gagal move on, cewe
yang tidak mau membuka hatinya, atau cewe yang suka traumaan. Vivi memejamkan
matanya sejenak mulai berpikir kembali kalimat- kalimat itu.
“ Bener juga ya, sampai kapan aku mau kaya gini? Gak ada
perkembangan, klo gak di jalanin yah bakalan begini aja terus. Jadi apa yang
harus di lakukan?”. Vivi berbicara pada dirinya sendiri.
Perasaan dan pikirannya mulai mencari jalan keluar, Vivi
mulai sadar kalau ia tidak bisa seperti ini terus dan mulai membuka hatinya.
Akhirnya Vivi membuat kesimpulan kalau ia harus mencari seseorang dan mulai
belajar pada seseorang itu.
“ Aku tidak meminta hubungan yang bertahan lama, tetapi aku
harap jika aku menjalin hubungan dengan seseorang, aku bisa mengahadapinya
secara dewasa, akan aku lihat sampai mana hatiku bertahan jika itu menjadi
menyakitkan seperti dulu lagi, setidaknya aku harus ingat klo aku akan
menggunakan logika ku bukan perasaanku, akan ku jadikan hubungan kali ini
sebagai bahan pembelajaranku untuk menjadi orang yang tangguh dan menjadikan ku
lebih dewasa lagi.karena pada akhirnya aku akan bersama dengan pasangan ku yang
sesungguhnya untuk selamanya”. Vivi mengiyakan omongannya sendiri.
Tidak berapa lama Vivi akhirnya memutuskan untuk menjalin
hubungan dengan teman satu sekolahnya, banyak hal yang ia pelajari dan yang ia
mengerti, Vivi belajar untuk menjadi tidak egois, lebih sabar, lebih mengerti.
Tetapi setelah empat bulan menjalin hubungan Vivi memutuskan untuk mengakhiri
hubungan ini karena merasa tidak dimengerti dan Vivi sangat sering mengalah
hingga akhirnya ia tidak mau disalahkan lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar