BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 14 Juni 2014

30 Januari 2014 curahanku ma :(


       Tik tok tik tok detik demi detik waktu bergerak maju, tak akan berhenti atau berjalan mundur. Ya, semua orang tau itu. Diantara lorong lorong rumah sakit, di antara kamar kamar pasien hanya ruang kelas 1A yang sepertinya tak pernah sepi akan air mata. Seseorang yang sangat disayang terbujur lemas tak ada suara atau gerak yang seperti biasa, hanya dengan isyarat atau dengan di tulis di selembar kertas, tulisan terakhir yang mengatakan " handak disedot lagi " dan kata "sanggup" .

       Langkah kaki itu, kaki seseorang yang memakai sepatu hak masuk ke dalam ruangan, sambil memeriksa dan nampak bergegas seakan tak memberi perhatian khusus atau seakan tak peduli dengan apa yang dirasakan keluarga pasien. Seorang dokter yang tak akan pernah ku lupa wajah dan tingkahnya yang hanya memikirkan uang tanpa memberi kepastian sembuh, ya kami memang bukan berasal dari keluarga kaya raya, kami hanya berasal dari keluarga yang sederhana, tapi tak selayaknya orang yang kami sayang diperlakukan seperti orang tidak mampu, kami bisa membayar dan kami akan bayar semuanya demi kesembuhan orang yang kami cintai.Setelah didesak dokter itu memberi saran agar mama dipindahkan keruang ICU.

Jumat, 06 Juni 2014

part 1

                                        
        Dua puluh menit sebelum bel berbunyi, di pagi yang cerah dimana matahari mulai terik memantulkan sinarnya Vivi dengan tenang melangkah meninggalkan rumah menaiki motor yang siap mengantar kesekolah barunya. Di perjalanan Vivi hanya duduk diam tanpa memikirkan apapun. Namun ketenangannya terhenti saat dilihatnya  bangunan sekolah dan orang-orang yang tidak seperti biasanya ia lihat. Ia memperhatikan seluruh bangun itu beserta riuh suara anak murid yang sedang asyik bercanda di setiap sisi lingkungan sekolah.
Vivi baru saja pindah dari sekolah kejuruan dan sekarang dia pindah ke SMA karna vivi kurang cocok dengan pelajaran-pelajaran dan lingkungan  yang baginya terlalu serius . Sesampainya di depan gerbang sekolah dengan baju seragam yang masih berartribut sekolah lama Vivi terlihat sangat berbeda dengan yang lain, bisa dibilang Vivi menjadi pusat perhatian diawal dia masuk sekolah, yak maklum dengan wajah yang cantik dan seragam yang sedikit berbeda, mungkin itulah mengapa Vivi menjadi pusat perhatian. Dengan jalan yang sedikit grogi dan heran karna banyak yang memperhatikannya, dia menuju lantai dua mencari ruangan yang akan menjadi kelasnya, karena masih baru dan dia belum tau dimana letak kelasnya,Vivi pun bertanya dengan segerombolan cowo yang ada didekatnya “hai, mau nanya kelas XG dimana” ucapnya dengan ramah, “itu disana” jawab salah satu cowo dengan wajah fleet sambil menunjukan dimana kelas XG “makasih namaku vivi” dia mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya dengan ramah dengan segerombolan cowo itu, dengan pikiran bingung mereka hanya meiyakan omongan Vivi sambil memasang wajah heran.